Sosioteknologi Budidaya Rumput Laut-Harnita Agusanty

Rp130.000

Sosioteknologi Budidaya Rumput Laut

Penulis Dr. Harnita Agusanty, S.Pi., M.Si.
ISBN 978-623-02-4949-5
Ukuran 15.523 cm
Halaman x, 157 hlm
Isi Kertas Hitam Putih
Tahun 2022

Sumber daya perairan yang melimpah telah menjadikan Indonesia memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) di sektor kelautan dan perikanan di dunia internasional. Komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan dan menarik perhatian masyarakat pesisir, pihak pemerintah, maupun swasta (pengusaha) adalah komoditi rumput laut. Kebutuhan rumput laut diperkirakan terus meningkat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk konsumsi langsung maupun industri (makanan, farmasi, kosmetik, dan lain-lain). Diperkirakan kebutuhan rumput laut untuk keperluan industri mencapai 10 (sepuluh) kali lipat dari ketersediaannya di alam. Saat ini, Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah Tiongkok, dengan volume ekspor tahun 2020 sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta. Dengan fenomena ini, sejatinya rumah tangga pembudidaya rumput laut sebagai pelaku utama menjadi sejahtera. Namun fakta empirisnya masih memperlihatkan kondisi ahistoris. Realitas kemiskinan, ketimpangan, dan kuatnya hubungan patron-klien masih representatif dialami. Transformasi modernisasi budidaya rumput laut untuk meningkatkan produksi dan melahirkan masyarakat industri di wilayah pesisir, belum berlangsung sepenuhnya secara ideal.

WhatsApp
Categories: ,

Description

Sosioteknologi Budidaya Rumput Laut

Penulis Dr. Harnita Agusanty, S.Pi., M.Si.
ISBN 978-623-02-4949-5
Ukuran 15.523 cm
Halaman x, 157 hlm
Isi Kertas Hitam Putih
Tahun 2022

Sumber daya perairan yang melimpah telah menjadikan Indonesia memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) di sektor kelautan dan perikanan di dunia internasional. Komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan dan menarik perhatian masyarakat pesisir, pihak pemerintah, maupun swasta (pengusaha) adalah komoditi rumput laut. Kebutuhan rumput laut diperkirakan terus meningkat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk konsumsi langsung maupun industri (makanan, farmasi, kosmetik, dan lain-lain). Diperkirakan kebutuhan rumput laut untuk keperluan industri mencapai 10 (sepuluh) kali lipat dari ketersediaannya di alam. Saat ini, Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah Tiongkok, dengan volume ekspor tahun 2020 sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta. Dengan fenomena ini, sejatinya rumah tangga pembudidaya rumput laut sebagai pelaku utama menjadi sejahtera. Namun fakta empirisnya masih memperlihatkan kondisi ahistoris. Realitas kemiskinan, ketimpangan, dan kuatnya hubungan patron-klien masih representatif dialami. Transformasi modernisasi budidaya rumput laut untuk meningkatkan produksi dan melahirkan masyarakat industri di wilayah pesisir, belum berlangsung sepenuhnya secara ideal.

Additional information

Weight 300 g
Dimensions 23 × 16 × 2 cm