Description
Buku Sorgum Ketan Coklat Tua Lokal: Karakteristik dan Potensi Sebagai Pangan Lokal Alternatif Pengganti Beras
Penulis Rahmawati Julfi Restu Amelia Shanti Pujilestari
Bidang Ilmu Kesehatan
ISBN 978-623-02-6338-5
Ukuran 15.523 cm
Halaman viii, 68 hlm
Tahun 2023
Isi Kertas Hitam Putih
Ppenerbit Deepublish
Beras, sebagai bahan baku nasi mendominasi makanan pokok masyarakat Indonesia. Menurut Dyahrini & Gusni (2016) sebanyak 95% penduduk Indonesia mengonsumsi nasi beras sebagai makanan pokok. Konsumsi beras tahun 2021 sebesar 31,69 juta ton, naik dari tahun 2020 (31,33 juta ton) dan 2019 (31,31 juta ton). Sementara itu, luas panen tanaman padi menurun dari 10,68 juta ha tahun 2019 menjadi 10,66 juta ha pada tahun 2020, dan 10,41 juta ha pada tahun 2021 (BPS, 2022). Berdasarkan hal tersebut perlu dicari makanan pokok golongan serealia lokal yang kandungan gizi dan ketersediaannya cukup.
Serealia yang dikembangkan pemanfaatannya oleh Kementerian Pertanian RI (2019) pada tahun 2020 adalah sorgum. Hal ini karena sorgum mengandung zat gizi lebih tinggi dari beras. Secara umum, sorgum ada 2 jenis berdasarkan komposisi patinya, yaitu sorgum biasa dan sorgum ketan. Sorgum biasa pada umumnya mengandung amilosa 20-30% dan amilopektin 70-80%, di mana sorgum ketan mengandung amilosa 0-15% dan amilopektin 85-100% (Pontieri et al., 2020). Selain itu, sorgum juga diklasifikasikan berdasarkan warna testanya, yaitu sorgum putih, kuning, merah, cokelat, dan hitam (Earp et al., 2004); (Xiong et al., 2019).
Di Indonesia, sorgum banyak tumbuh di berbagai provinsi dengan varietas dan karakter yang beragam, yaitu Jawa Tengah (Purwodadi, Pati, Demak, Wonogiri), Daerah Istimewa Yogyakarta (Gunung Kidul, Kulon Progo), Jawa Timur (Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo)
Kelebihan Belanja di Machidolia
1. Buku Original
2. Dicetak dan dikirimkan langsung oleh penerbit
3. Buku Ber ISBN
4. Packing Aman dan Rapih
5. Garansi Uang Kembali atau Ganti Buku
























