Perkembangan Teori Administrasi Publik- La Ode Syaiful

Rp98.000

Perkembangan Teori Administrasi Publik

Penulis Dr. La Ode Syaiful Islamy Hisamuddin, S.Sos, M.Si
Dr. Rininta Andriani, S.Sos, M.Kes
Penerbit Deepublish
ISBN 978-623-02-4929-7
Ukuran 15.523 cm
Halaman viii, 112 hlm
Tahun 2022
ebagai pengetahuan modern yang dipelajari secara teratur, ilmu administrasi masih tergolong muda usianya, baru dimulai kira-kira pada permulaan abad ke-20 ini. Sebagaimana dialami oleh cabang-cabang ilmu sosial lainnya yang baru lahir, ilmu administrasi sampai kini belum mendapat pengakuan dan kedudukan yang kuat, terutama dari para ahli ilmu-ilmu eksakta. Mereka menyatakan suatu pengetahuan dapat diakui sebagai ilmu (pengetahuan) kalau pengetahuan tadi memiliki hukum, teori-teori atau prinsip-prinsip yang dapat berlaku secara universal, artinya hukum/teori/prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja dengan memberikan hasil yang sama.
Keberadaan administrasi negara (publik) pada dasarnya sudah ada bersamaan dengan keberadaan sistem politik suatu negara. Administrasi publik melaksanakan fungsi pencapaian tujuan dari program yang telah dibuat oleh pembuat kebijakan dalam proses politik.
Perkembangan administrasi publik, banyak dipengaruhi oleh perkembangan kajian tentang aktivitas administrasi dengan menggunakan disiplin ilmu tertentu. Kajian-kajian tersebut menggunakan beberapa istilah, seperti istilah birokrasi. Pada abad ke-18 di Eropa Barat, sudah ada kajian mengenai birokrasi pemerintahan yang ditinjau dari segi hukum dan politik, seperti yang dilakukan De Gournay. Kemudian, pada abad ke-19, mulai dikembangkan pendekatan sosiologis dalam studi tentang birokrasi, misalnya oleh H. Spencer, dan de Play (Albrow, 1970). Selanjutnya studi tentang administrasi publik di Amerika Serikat baru dimulai pada abad ke-19 yang dipelopori oleh Woodrow Wilson dengan tulisannya yang berjudul The Study of Administration pada tahun 1887.

WhatsApp
Category:

Description

Perkembangan Teori Administrasi Publik

Penulis Dr. La Ode Syaiful Islamy Hisamuddin, S.Sos, M.Si
Dr. Rininta Andriani, S.Sos, M.Kes
Penerbit Deepublish
ISBN 978-623-02-4929-7
Ukuran 15.523 cm
Halaman viii, 112 hlm
Tahun 2022
ebagai pengetahuan modern yang dipelajari secara teratur, ilmu administrasi masih tergolong muda usianya, baru dimulai kira-kira pada permulaan abad ke-20 ini. Sebagaimana dialami oleh cabang-cabang ilmu sosial lainnya yang baru lahir, ilmu administrasi sampai kini belum mendapat pengakuan dan kedudukan yang kuat, terutama dari para ahli ilmu-ilmu eksakta. Mereka menyatakan suatu pengetahuan dapat diakui sebagai ilmu (pengetahuan) kalau pengetahuan tadi memiliki hukum, teori-teori atau prinsip-prinsip yang dapat berlaku secara universal, artinya hukum/teori/prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja dengan memberikan hasil yang sama.
Keberadaan administrasi negara (publik) pada dasarnya sudah ada bersamaan dengan keberadaan sistem politik suatu negara. Administrasi publik melaksanakan fungsi pencapaian tujuan dari program yang telah dibuat oleh pembuat kebijakan dalam proses politik.
Perkembangan administrasi publik, banyak dipengaruhi oleh perkembangan kajian tentang aktivitas administrasi dengan menggunakan disiplin ilmu tertentu. Kajian-kajian tersebut menggunakan beberapa istilah, seperti istilah birokrasi. Pada abad ke-18 di Eropa Barat, sudah ada kajian mengenai birokrasi pemerintahan yang ditinjau dari segi hukum dan politik, seperti yang dilakukan De Gournay. Kemudian, pada abad ke-19, mulai dikembangkan pendekatan sosiologis dalam studi tentang birokrasi, misalnya oleh H. Spencer, dan de Play (Albrow, 1970). Selanjutnya studi tentang administrasi publik di Amerika Serikat baru dimulai pada abad ke-19 yang dipelopori oleh Woodrow Wilson dengan tulisannya yang berjudul The Study of Administration pada tahun 1887.

Additional information

Weight 300 g
Dimensions 23 × 16 × 2 cm