Perbankan Berbasis Nilai Etika – Husain Insawan – Deepublish

Rp139.000

BukuPerbankan Berbasis Nilai Etika

Penulis : Husain Insawan
xiv, 252 hlm.; Uk:15.5×23 cm
ISBN 978-602-453-558-2
Cetakan November 2017.

Bank syariah dipandang sebagai the last resort of banking system in Indonesia. Meski ungkapan ini subyektif dan bombastis, namun indikator yang menjadi argumen akademik cukup jelas adanya, yaitu: Pertama, bahwa bank syariah menjadi lembaga keuangan yang tahan banting terhadap krisis moneter ketika orde reformasi digulirkan, padahal usianya baru seumur jagung. Bandingkan dengan bank-bank konvensional yang berada di sekelilingnya.

Gedungnya begitu besar yang disertai ornamen klasik dan modern yang menawan, plus dewan komisaris dan direksinya adalah orang-orang ternama, tetapi harus tersungkur takluk bahkan collapse ketika berhadapan dengan badai moneter yang luar biasa menerjang beberapa belahan dunia dan Asia, tidak terkecuali Indonesia. Bank konvensional sebagian besar harus jatuh terbujur kaku tak berdaya di hadapan sejarah bangsa, sehingga pada akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan likuidasi dan merger bagi bank yang gagal bertransaksi keuangan untuk selanjutnya mem-buil out guna menyelamatkan bank yang masih ada harapan untuk beroperasi.

Kedua, bank syariah dipercaya masih bisa menampilkan performa terbaiknya, meski jalannya terlihat masih tertatih-tatih untuk menggapai asa dalam mengembangkan total assetnya yang mana pada tahun 2020 diasumsikan akan mampu mencapai 10 15% dari total aset perbankan nasional. Asumsi ini mesti diwujudkan dengan mengedepankan kerja-kerja profesional yang berbasis pada nilai-nilai etika yang diacu dari al-Quran dan Hadis, serta sumber kearifan lokal lainnya yang menjadi common sense di masyarakat.

WhatsApp

Description

BukuPerbankan Berbasis Nilai Etika

Penulis : Husain Insawan
xiv, 252 hlm.; Uk:15.5×23 cm
ISBN 978-602-453-558-2
Cetakan November 2017.

Bank syariah dipandang sebagai the last resort of banking system in Indonesia. Meski ungkapan ini subyektif dan bombastis, namun indikator yang menjadi argumen akademik cukup jelas adanya, yaitu: Pertama, bahwa bank syariah menjadi lembaga keuangan yang tahan banting terhadap krisis moneter ketika orde reformasi digulirkan, padahal usianya baru seumur jagung. Bandingkan dengan bank-bank konvensional yang berada di sekelilingnya.

Gedungnya begitu besar yang disertai ornamen klasik dan modern yang menawan, plus dewan komisaris dan direksinya adalah orang-orang ternama, tetapi harus tersungkur takluk bahkan collapse ketika berhadapan dengan badai moneter yang luar biasa menerjang beberapa belahan dunia dan Asia, tidak terkecuali Indonesia. Bank konvensional sebagian besar harus jatuh terbujur kaku tak berdaya di hadapan sejarah bangsa, sehingga pada akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan likuidasi dan merger bagi bank yang gagal bertransaksi keuangan untuk selanjutnya mem-buil out guna menyelamatkan bank yang masih ada harapan untuk beroperasi.

Kedua, bank syariah dipercaya masih bisa menampilkan performa terbaiknya, meski jalannya terlihat masih tertatih-tatih untuk menggapai asa dalam mengembangkan total assetnya yang mana pada tahun 2020 diasumsikan akan mampu mencapai 10 15% dari total aset perbankan nasional. Asumsi ini mesti diwujudkan dengan mengedepankan kerja-kerja profesional yang berbasis pada nilai-nilai etika yang diacu dari al-Quran dan Hadis, serta sumber kearifan lokal lainnya yang menjadi common sense di masyarakat.

Additional information

Weight 300 g
Dimensions 23 × 16 × 2 cm