Description
Buku Menemukenali Anak dengan Hambatan Pendengaran
Penulis : Dewi Ratih Rapisa
Halaman : xii, 160 hlm, Uk: 17.525 cm
ISBN : 978-623-02-1045-7
Cetakan : Mei 2020
Sinopsis :
Hambatan pendengaran merupakan kondisi seseorang yang mengalami kehilangan pendengaran, kehilangan sebagian pendengaran, atau kehilangan pendengaran total (tuli total). WHO mendefinisikan hambatan pendengaran merupakan kehilangan pendengaran sepenuhnya pada satu atau dua telinga. Klasifikasi hambatan pendengaran terbagi dua, pertama kehilangan daya dengar (hearing loss) merujuk pada segala hambatan dalam deteksi bunyi.
Landasan pendidikan bagi anak dengan hambatan pendengaran terdiri atas empat, yaitu landasan keagamaan, landasan yuridis, landasan kemanusiaan, dan landasan pendidikan. Pendidikan bagi anak dengan hambatan pendengaran berorientasi pada fungsi pendengaran bagi manusia dihubungkan dengan hambatan pendengaran, kesalahpahaman tentang anak dengan hambatan pendengaran, dan dampak hambatan pendengaran terhadap perkembangan pendidikan anak dengan hambatan pendengaran.
Telinga merupakan organ pendengaran dan keseimbangan. Telinga manusia menerima dan mentransmisikan gelombang bunyi ke otak di mana bunyi tersebut akan dianalisis dan diinterpretasikan. Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang ke koklea. Proses mendengar terjadi melalui tiga tahapan, yaitu tahap pemindahan energi fisik berupa stimulus bunyi ke organ pendengaran, tahap konversi atau transduksi yang merupakan pengubahan energi fisik stimulasi tersebut ke organ penerima, dan tahap penghantaran impuls saraf ke kortek pendengaran.




